Lewati ke konten utama

Sistem Operasi Akademik

Lihat apakah yang direncanakan benar-benar dipelajari siswa.

Per indikator, per kelas, sebelum rapor dibagikan. Kerangka menghubungkan rancangan, kelas, dan bukti belajar dalam satu sistem — yang dirancang dan yang diajarkan bukan lagi dua dokumen berbeda.

Mulai dari beberapa kelas dulu. Tidak perlu langsung satu sekolah.

Dipakai setiap hari oleh guru di Sekolah Mitra Kasih.

Kerangka · Peta Belajar · IPAS Kelas 4A

Ketercapaian per indikator · 28 siswa

Ekosistem di Sekitar Kita

  • 1.1 Mengidentifikasi produsen, konsumen, pengurai25/28
  • 1.2 Menyusun rantai makanan11/28
    Tertinggal — dua pertiga kelas belum
  • 1.3 Memprediksi akibat hilangnya satu makhluk hidup22/28

Satu indikator tertinggal jauh. Terlihat sebelum rapor dibagikan — dan sebelum tema berikutnya dirancang.

01 — Masalahnya

Sekolah sudah punya semuanya. Yang hilang adalah hubungan antar-semuanya.

Kurikulum, perangkat ajar, LMS, asesmen, rapor. Semua ada, tapi masing-masing berdiri sendiri. Tidak ada yang bisa menjawab satu pertanyaan sederhana: apakah yang kita niatkan untuk dipelajari siswa benar-benar terjadi?

KurikulumNiat
Perangkat ajarRancangan
LMSKelas
AsesmenBukti
RaporHasil
KerangkaDari rancangan belajar sampai hasil belajar.
Niat, rancangan, kelas, bukti, dan hasil menjadi satu rantai yang bisa dibaca — sehingga pertanyaan tadi akhirnya bisa dijawab. Semua yang sekolah sudah punya tetap dipakai.

02 — Modelnya

Rancang. Jalankan. Ukur. Perbaiki.

Satu putaran yang terus berjalan. Setiap tahap meninggalkan jejak yang dipakai tahap berikutnya.

Unduh model satu halaman (PDF)

Rancang

Tentukan apa yang harus dikuasai siswa. Bukti yang menunjukkannya — hasil karya — lahir dari situ, bukan dipilih lebih dulu.

Kerangka · Peta Belajar · IPAS Kelas 4

Ekosistem di Sekitar Kita

Apa yang terjadi pada halaman sekolah kalau satu makhluk hidup hilang?

📖 Capaian Pembelajaran

EvaluateSiswa dapat menjelaskan hubungan antarmakhluk hidup di halaman sekolah melalui rantai makanan.

Indikator

1.1 Mengidentifikasi produsen, konsumen, pengurai di halaman sekolah

1.2 Menyusun rantai makanan dengan arah yang benar

1.3 Memprediksi akibat hilangnya satu makhluk hidup

📦 Hasil Karya & Bukti

Belum ada hasil karya. Dinilai dari indikatornya.
✨ Sarankan hasil karya
Membuat saran hasil karya…

✨ Saran hasil karya

Project

Poster rantai makanan halaman sekolah

Dinilai dari indikator
1.2Bukti untuk 1.2Poster ini menunjukkan apakah siswa bisa menyusun rantai makanan dengan arah yang benar.1.3
TambahkanUbah
Project

Poster rantai makanan halaman sekolah

Dinilai dari indikator
1.21.3

Hasil karya lahir dari indikatornya.

Jalankan

Rancangan terbit ke kelas sebagai sesi dan kegiatan. Kegiatan yang dinilai membawa rubriknya sendiri — guru tidak menyusun ulang saat mengajar.

Kerangka · Perencana · Sesi
Mengamati halaman sekolah

⏱ 70 menit · 2 kegiatan · Mg 1 · Sesi 1

Menyusun rantai makanan dan poster

⏱ 70 menit · 3 kegiatan · Mg 1 · Sesi 2

1Susun rantai makanan20 mnt
2Buat poster
Produk·Connection

Kelompok memindahkan rantai makanan ke poster halaman sekolah.

🧩 Kerja proyek⏱ 35 mnt 🏅 DinilaiMembawa rubrik ke kelasKetepatan rantai makanan (1.2) · Kelengkapan pengamatan (1.1) · Kerja sama kelompok 🏆 Poster rantai makanan
3Presentasi singkat15 mnt
Terbitkan tema2 sesi · 5 kegiatan · 1 hasil karya
Tema sudah terbit — siap diimpor ke kelas di Kerangka Learn.

Yang dinilai sudah ditentukan saat merancang.

Murid kelas 4 mengamati makhluk hidup di halaman sekolah: satu menulis di papan jalan, satu menunjuk belalang di daun, satu memakai kaca pembesar.

Ukur

Guru menilai dengan rubrik yang ia setujui saat merancang. Setiap level punya arti yang tertulis; nilai akhir hanya hitungan dari bobotnya.

Kerangka LearnKelas 4A

Nilai — Poster rantai makanan

Kelompok 3 · Siti Rahayu, Kevin Tanuwijaya, Yosua Wenda · dikumpulkan Rabu 14.05

Poster rantai makanan buatan murid di atas meja kelas: daun, belalang, burung gereja, kucing, dan jamur sebagai pengurai.

Poster rantai makanan halaman sekolah

“Kami menemukan 12 makhluk hidup. Rantai kami: daun → belalang → burung gereja → kucing. Pengurainya jamur di batang pisang.”

Ketepatan rantai makananbobot 40 · 1.2
1Perlu bimbinganRantai belum terbentuk atau arah panah sebagian besar salah.2CukupRantai terbentuk; dua–tiga kekeliruan pada arah atau peran.3BaikRantai benar dengan satu kekeliruan kecil pada arah panah.4Sangat BaikRantai lengkap, arah benar, semua peran dijelaskan tepat.
Kelengkapan hasil pengamatanbobot 35 · 1.1
1Perlu bimbinganKurang dari lima makhluk hidup tercatat, tanpa ciri.2CukupLima–tujuh tercatat, sebagian dengan ciri dan tempat.3BaikDelapan–sembilan tercatat dengan ciri dan tempat.4Sangat BaikSepuluh atau lebih, dengan ciri dan tempat, sudah dipilah perannya.
Kerja sama kelompokbobot 25 · Kolaborator
1Perlu bimbinganSatu orang mengerjakan; yang lain tidak terlibat.2CukupSebagian berperan; sering perlu diingatkan.3BaikSemua berperan; satu–dua kali perlu diingatkan.4Sangat BaikSemua berperan dan bergiliran tanpa diingatkan.
Nilai akhir84

Setiap level tersimpan ke indikatornya.

Nilai Kelompok 3 tersimpan · 84

Perbaiki

Celah terlihat sebagai celah, bukan sebagai nilai rendah. Rancangan tahun depan berubah tepat di tempat tahun ini tertinggal.

Kerangka · Perencana · Ekosistem di Sekitar Kita · 2027/2028

Mengapa berubah · bukti 2026/27

  • 1.2 Menyusun rantai makanan11/28
    Tertinggal

Apa yang berubah · rancangan 2027/28

Mengamati halaman sekolah

Sesi 1

+ Sesi
+ Sesi baru
Latihan menyusun rantai dari kartu makhluk hidup

35 menit · sebelum poster · untuk 1.2Ditambahkan untuk 1.217 dari 28 siswa belum mencapai indikator ini tahun lalu.

Menyusun rantai makanan dan poster

🏆 Poster rantai makanan

Yang diperbaiki rancangannya, bukan siswanya.

03 — Jalannya

Tiga langkah, bukan proyek satu tahun.

  1. 01

    Susun capaian dan rancangan

    Guru menyusun capaian, indikator, dan alur belajar di satu tempat. Bisa dipakai ulang tahun berikutnya.

  2. 02

    Terbitkan ke kelas

    Rancangan yang sudah matang terbit menjadi materi dan aktivitas yang dijalankan siswa.

  3. 03

    Lihat ketercapaian

    Bukti belajar terkumpul per indikator, per kelas, per mata pelajaran. Terlihat di mana celahnya.

05 — Untuk siapa

Modelnya sama. Yang berbeda hanya pintu masuknya.

Halaman ini ditulis untuk orang yang bertanggung jawab memastikan apa yang direncanakan sekolah benar-benar sampai ke siswa — apa pun sebutan jabatannya. Kalau pertanyaan Anda adalah “apakah yang kita rencanakan benar-benar terjadi di kelas?”, Kerangka dibuat untuk menjawabnya.

Kepala sekolah dan wakil kurikulum berbincang di koridor sekolah sambil memegang tablet; kelas sedang berlangsung di belakang mereka.
Siswa SMK berkacamata pengaman mengukur benda kerja dengan jangka sorong, didampingi instruktur di bengkel pemesinan.
Kepala sekolah
Yakin pembelajaran yang baik terjadi di setiap kelas, bukan hanya di kelas guru-guru terbaik.
Guru
Merancang sekali, mengajar dari rancangan yang sama, dan buktinya terkumpul sendiri — tanpa dokumen kedua.
Yayasan dan jaringan sekolah
Melihat perkembangan lintas sekolah tanpa harus mengatur setiap kelas satu per satu.
LPTK, vokasi, dan keguruan
Melatih keterampilan sekaligus cara berpikirnya, dengan bukti bahwa peserta bisa menerapkannya. Calon guru belajar merancang dengan alat yang sama yang akan mereka pakai.

06 — Tanya jawab

Yang biasanya ditanyakan lebih dulu.

Guru kami sudah terlalu sibuk. Apakah ini menambah pekerjaan?

Awalnya ada waktu yang perlu diluangkan untuk menyusun rancangan pertama. Setelah itu rancangan tersimpan, bisa dipakai ulang, dan bisa dikembangkan bersama guru lain. Yang hilang justru pekerjaan menyalin ulang perangkat ajar setiap tahun.

Kami sudah punya LMS. Apakah harus diganti?

Tidak. Kerangka menghubungkan rancangan dengan pelaksanaan dan hasil. Bagian merancang bisa dipakai lebih dulu sebagai produk tersendiri, dan ke depan dapat terhubung dengan sistem yang sudah sekolah pakai.

Berapa biayanya?

Tergantung jumlah kelas dan cakupan penerapan. Banyak sekolah memulai dari beberapa kelas atau satu mata pelajaran dulu, sehingga biayanya kecil sebelum memutuskan penerapan lebih luas. Bicarakan angkanya saat demo.

Apa buktinya ini berhasil?

Kerangka dipakai setiap hari oleh guru di Sekolah Mitra Kasih. Kami masih di tahap awal dan tidak akan menampilkan angka yang belum bisa kami pertanggungjawabkan. Saat demo, kami tunjukkan penggunaannya yang sebenarnya.

Berapa lama sampai bisa dipakai di kelas?

Sekolah bisa mulai dari satu mata pelajaran pada semester berjalan. Tidak perlu menunggu tahun ajaran baru untuk memulai.

Bagaimana dengan data siswa?

Data setiap sekolah terpisah dan hanya dapat diakses oleh sekolah itu sendiri. Rinciannya kami bahas terbuka saat demo, termasuk siapa yang bisa melihat apa.

Apakah cocok untuk SMK atau pendidikan vokasi?

Ya. Modelnya tidak terbatas pada mata pelajaran akademik. Keterampilan kejuruan pun butuh capaian yang jelas, latihan mandiri, bukti kompetensi, dan cara berpikir di balik keterampilannya.

Bisakah kami mencoba dulu sebelum memutuskan?

Bisa. Mulai dari beberapa kelas atau satu mata pelajaran. Demo sendiri tidak mengikat apa pun.

Bangun sistem belajar yang lebih baik.

Ceritakan keadaan sekolah Anda. Kami tunjukkan bagaimana Kerangka dipakai, mulai dari beberapa kelas dulu.

Lihat penggunaannya

Mulai dari beberapa kelas

Kami tunjukkan Kerangka dengan data sekolah yang benar-benar memakainya, lalu bahas kelas mana yang bisa mulai lebih dulu. Tidak mengikat apa pun.

Jadwalkan demo

Bicara dulu

Tanya apa saja lewat WhatsApp

Belum yakin mau demo? Tanyakan dulu soal biaya, waktu, atau apakah ini cocok untuk sekolah Anda. Kami balas dalam satu hari kerja.

Chat lewat WhatsApp
  • Mulai dari beberapa kelas, bukan satu sekolah penuh
  • Sekolah yang ikut pelatihan mendapat akses platform
  • Demo tidak mengikat apa pun

Kami balas dalam satu hari kerja.